Pengurus Mwc Nu Larangan Masa Bakti 2025 2030

Pengurus MWC NU Larangan Masa Bakti 2025-2030

Pengurus MWC NU Larangan Masa Bakti 2025-2030

MWC NU atau Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama adalah struktur kepengurusan organisasi Nahdlatul Ulama di tingkat Kecamatan. Pengurus MWC NU memiliki peran krusial sebagai jembatan antara Pengurus Cabang (Kabupaten/Kota) dengan Pengurus Ranting (Desa/Kelurahan).

Berikut adalah rincian struktur dan fungsi pengurus MWC NU berdasarkan AD/ART Nahdlatul Ulama:

1. Struktur Kepengurusan

Secara garis besar, kepengurusan MWC NU terbagi menjadi empat bagian utama:

  • Mustasyar (Penasihat): Terdiri dari para ulama atau tokoh senior yang bertugas memberikan nasihat dan arahan kepada pengurus, baik diminta maupun tidak.

  • Syuriyah (Pimpinan Tertinggi): Berfungsi sebagai pengarah, pembina, dan pengawas. Struktur di dalamnya meliputi:

    • Rais: Pemimpin tertinggi.

    • Wakil-wakil Rais.

    • Katib: Sekretaris Syuriyah (yang mencatat kebijakan ulama).

    • Wakil-wakil Katib.

  • A’wan (Pembantu Syuriyah): Terdiri dari sejumlah ulama/tokoh yang bertugas membantu tugas-tugas Syuriyah dalam memberikan pertimbangan.

  • Tanfidziyah (Pelaksana): Bertugas menjalankan program kerja harian dan keputusan organisasi. Struktur di dalamnya meliputi:

    • Ketua: Penanggung jawab operasional.

    • Wakil-wakil Ketua.

    • Sekretaris: Pengelola administrasi.

    • Wakil-wakil Sekretaris.

    • Bendahara: Pengelola keuangan.

    • Wakil-wakil Bendahara.

    • 2. Perangkat Organisasi (Lembaga & Banom)

      Di bawah koordinasi pengurus harian MWC NU, terdapat perangkat organisasi yang menangani bidang spesifik:

      Kategori Contoh Perangkat di Tingkat MWC
      Lembaga LDNU (Dakwah), LP Ma'arif (Pendidikan), LAZISNU (Zakat/Infaq), LTMNU (Masjid), LBMNU (Bahtsul Masail).
      Badan Otonom (Banom) Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU (Pelajar Putra), IPPNU (Pelajar Putri), Pagar Nusa.
Tuliskan Komentar Anda